Minggu, 24 Mei 2015

Evaluasi Pembelajaran Pedagogi (Sains Sederhana)

Sonya Lirizky Akbar  (10-048)
Agnes Oktavia           (11-021)
Icfadila Hanisa Lubis (11-022)
Devi Ramadana         (11-026)
Mentari Purba           (11-028)




KRITIK DAN SARAN
Kelompok mendapatkan pertanyaan dari teman dan dosen berupa kritik dan saran sebagai berikut.
Sinta. Umur berapakah anak yang kami ajarkan sains sederhana? Apakah mereka tidak bingung dengan penjelasan ilmiah yang kami berikan?
Kami menggunakan anak yang berumur enam sampai delapan tahun. Kami memberikan penjelasan ilmiah secara sederhana dan memakai kata-kata sederhana agar anak memahaminya. Setelah kami selesai menjelaska, kami menanyakan pada anak apakah mereka sudah mengerti atau belum dan meminta mereka menjelaskannya ulang, sehingga kami mengetahui jika anak-anak itu sudah paham.
Ilmy. apakah pembelajaran yang kami berikan terlalu tinggi?
Sebenarnya tidak. Karena pembelajaran yang kami berikan sederhana saja, seperti penggabungan warna yang hanya memberitahukan ada warna dasar yang jika disatukan dapat menghasilkan warna baru. Begitu pula dengan Teka-Teki Jeruk dan Kapur Barus Lompat hanya memperkenalkan konsep terapung dan tenggelam. Jika terapung maka bendanya ada di atas permukaan air dan jika di bawah maka benda ada di bawah atau dasar air.
Dari pembelajaran yang kami berikan pada anak, kami berharap mereka dapat mendapatkan ilmu lebih dahulu dari teman-teman sekolahnya. tentu saja kelompok menyadari kalau anak belum mendapatkan ilmu seperti ini di sekolah mereka. Mengetahui bahwa anak yang kami ajar adalah murid kelas satu dan kelas dua SD, dan kami tahu bahwa belajar terapung dan tenggelam baru dipelajari pada kelas tiga SD. sehingga kami berharap anak yang kami ajarkan mendapatkan pengetahuan baru. jika mereka sudah belajar di Sekolah justru tidak ada gunanya kami mengajarkannya kembali. 

Bu Dina. Asik dan Seru menurut kelompok? apakah ada testimoni yang ditanyakan pada anak-anak?
pada proses pembelajaran, kelompok memang lebih asik sendiri daripada anak-anak yang diajarkan. Hal ini terjadi mungkin karena jumlah kelompok yang lebih banyak daripada anak-anak yang diajak belajar, sehingga anak-anak yang diajarkan cukup kaku. Apalagi selama proses pengajaran kami merekamnya, hal ini membuat anak-anak jadi tambah kaku. Sehingga kelihatan ditayangan video, mereka kurang nyaman.
Kelompok ada menanyakan testimoni kepada anak-anak, tetapi lagi-lagi kelompok asik sendiri, tidak menunggu jawaban dari anak-anak tersebut yang malu-malu dan bingung untuk menjawabnya. Sehingga akhirnya kelompok tidak mendapatkan jawabannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar